Alhamdulillah, pada Loketa Tingkat Kotamadya Jakarta Selatan, Sabtu 6 Maret 2010 SDIT Insan Mandiri Jakarta, meraih: Juara I Lomba Adzan (Muhammad Fadani SD 5)Juara I Lomba Pidato... Assalamu 'alaikum Wr. Wb 'Selamat Datang di website SDIT Insan Mandiri' SEKOLAH PARA JUARA & SAYANG TEMAN "Sesungguhnya Allah, para Malaikat, para penghuni langit dan bumi, sampai semut yang ada di dalam lubangny, ikan-ikan yang ada dalam air selalu menyampaikan shalawat kepada orang yang mengajarkan... Assalamu 'alaikum Wr. Wb 'Selamat Datang di website SDIT Insan Mandiri' SEKOLAH PARA JUARA & SAYANG TEMAN  Prestasi SDIT Insan Mandiri Tingkat Nasional:Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) Penulis Antologi Cerpen Termuda Usia 7 tahun dengan judul "Nasi Untuk Kakek" Hotel Gracia Semarang, Januari... Assalamu 'alaikum Wr. Wb 'Selamat Datang di website SDIT Insan Mandiri' SEKOLAH PARA JUARA & SAYANG TEMAN   Sebuah teko yang diisi air kopi tentu akan mengeluarkan air kopi, meskipun penampilan sangat indah karena terbuat dari emas, ia akan mengeluarkan sesuai isi yang terkandung di dalamnya. Jika... Assalamu 'alaikum Wr. Wb 'Selamat Datang di website SDIT Insan Mandiri' SEKOLAH PARA JUARA & SAYANG TEMAN Apakah Anda melarang buah hati untuk punya akun facebook, karena takut berefek negatif pada perkembangannya? atau khawatir dengan keamanannya, lanataran kasus pencurian anak lewat Facebook semakin... Assalamu 'alaikum Wr. Wb 'Selamat Datang di website SDIT Insan Mandiri' SEKOLAH PARA JUARA & SAYANG TEMAN Home Artikel Artikel Pendidikan Menggapai Keluarga Bahagia: 9 Hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga

Total Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday77
mod_vvisit_counterThis week181
mod_vvisit_counterThis month767
mod_vvisit_counterAll19926

sdit-insanmandiri.net Value



Module by: Camp26.Com
Menggapai Keluarga Bahagia: 9 Hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Heni Lestari, S.Pd, M.Si   
Jumat, 05 Juni 2009 14:06
Begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuh  mereka.   Anak bukan seperti tanah liat dan orang tua pematungnya, yang bisa dibentuk untuk meningkatkan status mereka atau perluasan ego mereka. Namun anak laksana semaian pohon kecil. Kita tidak membentuk mereka. Tapi kita merawat, mengetahui jenisnya untuk mengetahui apa yang mereka perlukan, menyediakan pasokan air, memberi pupuk, dsb.

9 hukum alam di bawah ini merupakan analog agar kita mudah mengingat dan menerapkannya dari waktu ke waktu dalam rangka pengasuhan anak.

Prinsip I : KOMITMEN (HUKUM ANGSA)
”Angsa berkawan seumur hidup, meskipun ia bermigrasi ribuan mil, mereka selalu pulang karena keluarga adalah segalanya.”
Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. Komitmen pada tujuan dari sebuah pernikahan. Kita perlu mengatakan komitmen total kita secara lebih sering dan betapa pentingnya anak-anak kita dibanding yang lainnya.

2.Prinsip II : MEMUJI  (HUKUM KEPITING)
”Secara insting kepiting akan menarik ke bawah kepiting lainnya yang mencoba memanjat ke atas.”
Analogi hukum kepiting terhadap perilaku manusia: akan berusaha untuk menjatuhkan orang lain itu baik secara fisik, verbal, atau secara tertulis, dengan mengkritik atau melakukan penilaian. Jadi, kita seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap perilaku positif anak dibanding dengan perilaku negatifnya. Kebanyakan insting pengasuhan kita adalah untuk mengkritik, mengoreksi, menyalahkan, dan menghukum. Tahanlah insting untuk mengoreksi, munculkan insting untuk memuji.

3.Prinsip III : KOMUNIKASI (HUKUM IKAN PAUS)
”Nyanyian ikan paus akan mendorong satu sama lain dalam keluarga paus, dan mereka tidak pernah mengganggu satu sama lain.”
Komunikasi dalam kelurga berkaitan dengan mendengarkan dan meringankan beban. Mendengarkan merupakan kunci komunikasi. Tanpanya keluarga tidak akan pernah menjadi tempat berbagi pembelajaran, keinginan, dan kepercayaan.  Komunikasi yang positi dalam keluarga, mirip dengan pintu gerbang yang terbuka yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan, kesenangan dibagikan, dan masalah dihadapi.

 4.Prinsip IV : KONSISTENSI (HUKUM KURA-KURA)
”Kura-kura menang karena ia tahu (dan memprioritaskan) ke mana ia harus pergi.”
Dalam keluarga, kemantapan, konsistensi, dan ketekunan selalu menghasilkan kemenangan. Keluarga menjadikan pertandingan sebagai hal yang menyenangkan. Orang tua yang memiliki sikap seperti kura-kura (yang tahu arena pacuannya panjang), akan cenderung mengembangkan ketenangan dan kepercayaan yang membuat anak-anaknya merasa aman.

5.Prinsip V : DISIPLIN (HUKUM BELALAI GAJAH)
”Belalai gajah mampu mengangkat balok kayu seberat 250 kg atau mengambil seikat rumput, atau membelai lembut anaknya.”
Cinta dalam keluarga bisa lembut dan menguatkan. Cinta tanpa disiplin bisa berbahaya dan merusak. Cinta juga jangan terlalu menuntut dan kaku. Dalam keluarga, marilah kita mencoba menjadi lunak dan baik terhadap satu sama lain, tapi benar-benar tegas dalam hal menjaga aturan dan melakukan yang benar.

6.Prinsip VI : RASA AMAN (HUKUM POHON KAYU MERAH)

”Pohon kayu merah berakar pendek dan dangkal, namun mampu bersambungan dengan akar lain di rumpunnya.”
Keluarga dengan akar hubungan yang sehat akan mampu melawan goncangan. Saling mendukung dalam keluarga, ungkapan cinta yang terbuka, kedekatan emosional yang konsisten, pembelajaran moral, akan membuat keluarga tetap berdiri tegak lurus, bahkan bila ada angin dan badai. Oleh kaarena itu, dukunglah anak-anak melalui hal-hal kecil, misal: hadir saat mereka bertanding, dsb.

7.Prinsip VII : TANGGUNG JAWAB (HUKUM BERUANG)

Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab, yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan semua anak kita. Memprioritaskan peran pengasuhan kita dibanding peran lainnya, dan mengajarkan anak-anak dengan keteladanan. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak akan mengakibatkan hilangnya peluang mereka untuk menikmati masa kanak-kanak, kurangnya kepercayaan dan komunikasi mereka.

8.Prinsip VIII : KESADARAN (HUKUM KATAK)
”Katak adalah binatang yang sangat mudah beradaptasi. Karena katak berdarah dingin, ia tidak bisa sensitif terhadap suhu air, sehingga ia tidak menyadari bahwa suhunya perlahan-lahan naik, bahkan ia merasa nyaman dan mengantuk. Ia tidak sadar dan tidak waspada.”
Kesadaran adalah aset terbesar orang tua. Kurang kesadaran akan menjadikan masalah berubah menjadi lebih besar untuk ditangani.

9.Prinsip IX : KEBEBASAN (HUKUM KUTU)
”Hukum kutu adalah jangan terlalu lama menyimpan dalam kotak atau memasang tutupnya terlalu rendah”.
Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. Kita sebagai orang tua tidak ada yang tahu potensi unik, penuh, dan individual dalam diri anak-anak kita. Sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirinya, apa yang mampu ia lakukan, dan ke mana ia mengarah. 


Disarikan dari buku : Petunjuk Menjadi Keluarga Bahagia , Linda & Richard Eyre, Gramedia Pustaka Utama, 2006)
LAST_UPDATED2