|
Selamat Datang di situs resmi SDIT Insan Mandiri Jakarta

__________________________
Alhamdulillah, SDIT Insan Mandiri untuk yang ketiga kalinya menjadi Juara Umum Lomba Keterampilan Agama Wilayah II Pejaten Timur. Selamat Kepada Para Pemenang.. Semoga Menjadi pemicu untuk berprestasi pada bidang lainnya.
Berikut Nama-nama Pemenangnya:
- Juara I MTQ Perorangan Puteri : Urfa Salsabilatul Jannah (SD 4)
- Juara II MTQ Beregu Putera :Imam Farukh Hilman, Fajrul Falah, M. Fahrizi R, M Alif, Dzaka Azzam (SD5)
- Juara III MTQ Beregu Puteri: Nada Nawira, Elsa Puteri Nurul Iman, Aisyah Shofiyah, Rahmi Putri Safitri,Farhana Nurrahma, Saphira Kirana P, Wulanda Nurul Azizah, Putri Indah sari (SD 5)
- Juara I Murotal Perorangan Putera : Hilmi (SD 5)
- Juara II Murottal Perorangan Putri : Yasmin Nadhira (SD 4)
- Juara I Hafalan Juz 30 Putera : Muhammad Faishal (SD 4)
- Juara III Hafalan Juz 30 Puteri : Aura Masyitha (SD4)
- Juara I Bina'u Sholah : Rahman Zuhuda, Aji prasetyo, Muhammad Naufal, Muzaffar Wijaya, M Zidan, Wali waliday, Danasya Mumpuni Ramadhea, Claresta Salsa Z, Namira Alisya Putri Rosadi, Intan Salsabila, Afiqah Ariya Durrani Putri (SD 4)
- Juara I Puitisasi terjemah Al Qur'an putra : Yusron Mubarok (SD3)
- Juara I Puitisasi terjemah Al Qur'an putri : Salma Rafifah (SD 6)
- Juara I Cerdas cermat : Devira Azzahra, Luthfiyah Mufidah, Ramadhani Ilmi (SD 6)
- Juara II Pidato putra: Muhammad Akbar (SD 5)
- Juara I Pidato putri : Annisa Nur Tsabita (SD 6)
- Juara I Adzan Subuh : Usamah Robbani (SD 6)
- Juara III Menyalin Huruf Al-Qur'an : Sidqi Averoes (SD 3)
|
|
|
Jelaskan Makna Idul Fitri Pada Anak |
|
|
|
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Sabtu, 27 Agustus 2011 00:00 |
|
Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi dan sebentar lagi kita akan merayakan Hari Kemenangan bagi umat muslim yakni Hari raya Idul Fitri. Hari Idul Fitri atau Lebaran merupakan salah satu perayaan yang dinantikan, tak terkecuali anak-anak. Kebanyakan anak-anak mengidentikan Lebaran dengan baju baru, uang ‘persen’, makan ketupat dan jalan-jalan ke rumah keluarga. Tetapi tentu saja itu bukan makna sesungguhnya
Nah, kita sebagai orangtua perlu menjelaskan padanya apa makna Lebaran sesungguhnya, supaya ia dapat memetik hikmah Lebaran.
Hati Bersih Kembali
Hari Lebaran dan baju baru erat sekali hubungannya. Betapa tidak, sebagian besar umat muslim merasa perlu membeli baju baru yang akan dipakai pada saat Lebaran nanti. Tak heran bila anak-anak menantikan hari di mana seluruh keluarga pergi berbelanja baju baru untuk persiapan Lebaran.
Saat Lebaran tiba mereka bangga dengan baju baru yang dibelikan Bunda. Namun, pasti lain lagi ceritanya bila ternyata Bunda tak memiliki cukup uang untuk baju baru. Si kecil bisa saja bersedih dan menangis karena melihat anak-anak lain memakai baju baru sedangkan ia tidak.
Untuk itu Bunda perlu menjelaskan esensi Lebaran sesungguhnya. Jelaskan bahwa baju baru hanyalah simbol dari hati yang baru, hati yang kembali bersih. Caranya dengan meminta maaf dan memaafkan sehingga tidak ada lagi rasa benci yang dapat mengotori hati kita.
Bunda bisa mengatakan, “Tidak apa-apa Dede tidak pakai baju baru, yang penting hati Dede ‘baru’ dan bersih lagi sekarang.”
Pastikan Bunda juga memakai baju lama yang masih layak pakai saat Lebaran sehingga anak dapat mencontohnya.
Berbagi
Uang ‘persen’ merupakan salah satu yang ditunggu mereka juga saat lebaran. Anak-anak seperti berlomba-lomba mendapatkan uang paling banyak. Biasanya malam hari sebelum tertidur mereka sibuk menghitung uang ‘hasil’ Lebaran. Di sini Bunda perlu menjelaskan indahnya berbagi. Jelaskan bahwa tidak semua teman-temannya seberuntung dia, Untuk itu alangkah baiknya bila ia mau berbagi. Mintalah ia untuk menyisihkan uangnya dan berikan pada mereka yang kurang mampu. Jangan lupa, Bunda juga perlu menyisihkan uang Bunda supaya anak tak merasa hanya diperintah.
Kebersamaan
Lebaran adalah kesempatan yang tepat untuk kumpul bersama seluruh keluarga. Ciptakan kebersamaan yang harmonis dan libatkan anak-anak di dalamnya. Misalnya, ajak si kecil menawarkan kue ke seluruh keluarga. Bunda bisa memujinya di depan keluarga bahwa dia ikut membantu Bunda membuat kue. dengan begitu ia akan merasakan betapa indahnya kebersamaan dalam keluarga.
Selamat Idul Fitri 1432 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Taqobbalallahu Minna Wa minkim. Taqobbal Ya Kariim.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh Abdul Hakim, S.Kom, Wakil Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan
|
|
Kamis, 30 September 2010 01:14 |
|
“Without passion you don’t have energy, without energy you have nothing (Donald Trump)”.
Begitu isi sepenggal SMS dari salah satu sahabat terbaik saya. Mungkin dia bermaksud mengingatkan saya, atau mungkin dia tengah berbagi tentang apa yang sedang dia pikirkan. Saya pun tidak tahu. Tapi, SMS itu telah membangunkan saya “seolah-olah” sedang terlelap dari tidur sepekan terakhir ini. Mungkin karena SMS itu pula, saya kemudian bersemangat kembali menulis catatan yang kosong ini dan ingin berbagi dengan rekan dan sahabat di dunia maya. Lepas dari itu, SMS itu juga yang ingin saya paparkan melalui tulisan ini.
Pesan dari Donal Trump mungkin ada benarnya. Meski teori tentang energi adalah kekal sebagaimana kita kenal dalam ilmu fisika di sekolah. Ternyata Trump menginspirasikan bahwa yang namanya energi itu punya sebab, yaitu hasrat (passion). Jadi kemunculan energi itu karena ada hasrat, dorongan (dari dalam). Dalam salah satu buku yang pernah saya baca yang berjudul “Phsycology of Winning”, bahwa dorongan dari dalam itu adalah motivasi. Menurutnya pula motivasi itu berasal dari dalam diri seseorang. Dia juga menolak kalau motivasi itu disebabkan dari luar selain dari dalam. Maka menjadi masuk akal yang dikatakan Trump, kalau energi yang luar biasa itu muncul karena dorongan dari dalam diri yang begitu kuat. Banyak contoh bisa disaksikan dan mungkin sudah pernah dialami oleh sebagian kita. Betapa dorongan yang kuat dari dalam diri seseorang mampu memunculkan energi sehingga mencapai apa yang diinginkannya. Dengan hasrat dan dorongan tersebut, seseorang mampu melampaui kemampuan dari yang diperkirakan sebelumnya.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
5 KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR |
|
|
|
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Selasa, 03 Mei 2011 00:00 |
|
Sebagai guru, terlebih sebagai guru SDIT seharusnya kita mafhum bahwa guru memiliki peran strategis membentuk karakter anak. Bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja. Dalam proses pembelajaran, seharusnya guru menghindari beberapa kelemahan dalam mengajar, diantaranya:
- Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal sisw
a. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
- Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.
- Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku “menyimpang” seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.
- Penggunaan papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.
- Tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa
Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.
Sumber dari : http://www.pusatartikel.com/
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Jumat, 24 September 2010 04:00 |
|
Suatu hari seorang anak sedang belajar di sekolahnya, dia baru kelas 3 SD. Di salah satu pelajaran, seorang guru menjelaskan tentang shalat subuh dan dia menyimaknya dengan seksama. Mulailah gurunya berbicara tentang keutamaan dan pentingnya shalat subuh dengan cara yang menggugah, tersentuhlah anak didiknya yang masih kecil itu. Terpengaruhlah seorang anak kecil tadi oleh perkataan gurunya sementara ini dia belum pernah shalat subuh sebelumnya dan juga keluarganya.
Ketika dia pulang ke rumah, berfikirlah dia bagaimana caranya supaya bisa bangun untuk shalat subuh besoknya. Dia tidak mendapatkan caranya selain tidak tidur semalaman sampai bisa melaksanakan shalat subuh. Dia melakukan caranya itu. Dan ketika mendengar azan, bergegaslah dia untuk menjalankan shalat subuh. Tetapi ada masalah bagi anak kecil ini untuk sampai ke masjid karena letaknya jauh dari rumahnya. Dia tidak bisa berangkat sendirian, maka menangislah dia dan duduk di depan pintu. Tetapi tiba-tiba dia mendengar suara sepatu seseorang dari arah jalan, dibukalah pintu dan keluarlah segera dari rumahnya. Nampaknya kakek ini menuju masjid. Anak kecil ini melihat sang kakek dan dia kenal. Kakek ini adalah kakek temannya, Ahmad. Anak kecil ini mengikuti Kakek Ahmad di belakangnya dengan rasa khawatir dan perlahan-lahan dalam berjalan, jangan sampai Si kakek merasa diikuti dan melaporkan dia ke keluarganya dan yang kemungkinan akan menghukumnya. Berjalanlah peristiwa ini seterusnya sampai pada suatu ketika Si kakek dipanggil oleh Allah Pemilik jiwa dan raganya. Si kakek wafat.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |
|
|
Tamu Online
Kami memiliki 294 Tamu online
|